Submission Detail : 260611.SUB.00001
revisi
Digital Marketing merupakan proses pemasaran maupun promosi suatu brand dan produk bahkan jasa yang dilakukan melalui media digital dan membutuhkan jaringan internet 1111111111111 untuk kegiatannya. Sekarang Digital Marketing menjadi salah satu cara perusaahan untuk 1111111111111 menjangkau para konsumen. Melalui Digital Marketing ini para perusahaan menggunakan beberapa tools digital fisik maupun non fisik untuk proses pemasaran. Digital Marketing memiliki banyak manfaat dan kelebihan jika dibandingkan dengan pemasaran konvensional. Pada metode Digital Marketing umumnya dapat menghemat waktu serta biaya. Efensiensi Digital Marketing juga bisa dibuktikan dengan penggunaan Sumber Daya Manusia yang lebih minim karena kegiatan promosi produk atau brand di media sosial yang dapat menjangkau audiens yang sangat luas. Menurut (Chaffey & Chadwick, 2016) “Digital Marketing is the application of the internet and related digital technologies in conjunction with traditional communications to achieves marketing objectives”. Artinya 7 Digital Marketing merupakan aplikasi dari internet dan berhubungan dengan teknologi digital. 1111111111111 Dimana didalamnya berhubungan dengan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan pemasaran. Beberapa contoh dari platform online yang sering digunakan oleh marketer untuk menawarkan produknya dan berkomunikasi dengan para customer yaitu seperti Facebook dan Whatsapp serta Instagram. Menurut Purwana dkk. (2017) digital marketing adalah kegiatan mempromosikan dan menawarkan pasar melalui media digital secara online dengan menggunakan berbagai sarana, 1111111111111 seperti jejaring sosial. Marketing dapat didefinisikan secara sederhana sebagai membangun dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan antara bisnis dan pelanggan. Berdasarkan beberapa definisi digital marketing yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa 1111111111111 2222 digital marketing adalah jenis pemasaran yang dilakukan secara digital dan menggunakan internet untuk memasarkan produk di seluruh dunia. 2.3.2. Dimensi Digital Marketing 1111111111111 Dalam proses Digital Marketing memiliki dimensi yang saling berhubungan dalam hal strategi pemasaran terutama dalam hal promosi. Berikut dimensi Digital Marketing menurut Malik (2017): 11 1. Website 111111 Website adalah penghubung dengan dunia digital secara keseluruhan dan mungkin juga hanya sebagian yang paling penting dalam strategi pemasaran digital, 1111111111111 dimana website ini penjual dapat bisa langsung terarah pada konsumen atau pun sebaliknya. 2. Search Engine Optimization (SEO) Pada SEO ini akan menempatkan website tertentu pada hasil pencarian teratas untuk produk yang dimiliki oleh Perusahaan sehinggan para konsumen akan lebih muda dalam menemukan produk tersebut. 3. Content Marketing Dalam sebuah Perusahaan tentunya akan terus membuat konten untuk sebuah pemasaran dengan melalui konten tersebut dapat lebih muda para pembisnis berinteraksi langsung dengan para audiens. Jadi dengan seringnya pembuatan konten dalam hal marketing maka semakin besar peluang traffic Perusahaan dan produk akan meningkat. 4. Influencer Marketing Pada saat ini influencer menjadi salah satu strategi utama yang dapat dimanfaatkan melalui Digital Marketing. Pengaruh influencer sangatlah besar dalam menyebarkan awareness kepada audiens melalui konten media sosial. Biasanya para perusahaan bekerja sama dengan beberapa influencer untuk membatu dalam strategi marketing yang dapat mempercepat pertumbuhan suatu Perusahaan. 2.3.3 Manfaat Digital Marketing Penggunaan Digital Marketing dalam dunia usaha memiliki beberapa manfaat menurut (Chloe & Dhamrik, 2018) manfaat dari pemasaran Digital Marketing sebagai berikut: 1. Informasi produk dan layanan yang transparan dengan adanya informasi digital hanya dengan sekali klik (internet) sehingga masyarakat mampu mendapatkan informasi yang detail dan jelas serta transparan mengenai produk. 2. Kemudahan update informasi produk atau jasa, sehingga pelanggan dapat lebih muda memperoleh pembaruan langsung mengenai informasi produk. 3. Biaya lebih murah dengan menggunakan digital, biaya yang diperlukan untuk mempromosikan produk atau jasa melalui sosial media dan personal email menjadi tidak mahal. 12 2.3.4 Kelebihan Digital Marketing Menurut (Royan, 2020) Penerapan Digital Marketing dalam bisnis memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan dari Digital Marketing: 1. Digital Marketing memudahkan kegiatan pemasaran, dengan menggunakan Digital Marketing sangat memudahkan para pelaku usaha dalam hal menjangkau konsumen. Customer yang menjadi target dapat lebih spesifik untuk kita dapatkan. 2. Pengguna Digital Marketing, dapat lebih mudah mengatur target. Dengan adanya beberapa jenis platfrom Digital Marketing dapat mempermudah para pelaku usaha dalam menentukan target penjualan yang akan dicapai. 3. Biaya Promosi Digital Marketing Lebih Terjangkau, dalam penggunaaan media promosi konvensional dengan jangkauan yang luas membutuhkan biaya yang sangat besar, tetapi semua itu belum tentu memberikan hasil yang maksimal. Maka dari itu dengan menggunakan Digital Marketing para pelaku usaha dapat lebih hemat dalam hal biaya promosi. 4. Sebagai Sarana Komunikasi, selain dapat memasarkan produk Digital Marketing ini juga dapat digunakan sebagai sarana komunikasi antara penjual dan customernya. Dengan tersedianya fitur chat bagi para customer dapat lebih muda dalam pemesanan dan menanyakan produk. 5. Tidak Terbatas waktu, dengan tidak terbatasnya waktu menggunakan Digital Marketing maka para pelaku usaha dapat memasarkan produk dengan jangka waktu yang tidak terbatas. 2.3.5 Indikator Digital Marketing Menurut (Aryani, 2021), pengukuran indikator Digital Marketing terdapat 6 macam indikator yaitu sebagi berikut: 1. Accessibility (aksessibilitas). Accessibility adalah kemampuan pengguna untuk mengakses informasi dan layanan yang disediakan secara online terkait periklanan. Istilah aksesibilitas umumnya berkaitan dengan cara pengguna dapat mengakses sosial media. 2. Interactivity (intraktivitas). Interaktivitas adalah Tingkat komunikasi dua arah yang mengacu pada kemampuan rosponsif komunikasi antar pengiklan dan konsumen, serta menanggapi respon yang diterima. 3. Entertainment (hiburan). Entertainment adalah kemampuan iklan yang memberikan hiburan kepada konsumen, dengan iklan hiburan ini selain ada hiburan tetapi di dalamnya terselipkan informasi–informasi. 13 4. Credibility (Kepercayaan). Credibility menjelaskan bagaimana Tingkat kepercayaan konsumen terhadap iklan yang muncul. Dan sejauh mana informasi yang diberikan dapat dipercaya dan tidak memihak kemudian kompeten serta spesifik. 5. Informativeness (informatif). Merujuk pada sebuah kemampuan iklan untuk memberikan sebuah informasi kepada konsumen sebagai fungsi iklan tersebut. Selain itu iklan harus memberikan gambaran yang akurat mengenai gambaran sebuah produk sehingga dapat menguntiungkan bagi penjual dan konsumen. 2.4 Keputusan Pembelian 2.4.1 Penjelasan Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Amstrong (2018), keputusan pembelian dipengaruhi oleh keadaan yang tidak terduga. Pendapatan yang diharapkan, biaya yang diharapkan, dan manfaat yang diantisipasi dari suatu produk adalah semua faktor yang dapat digunakan konsumen untuk merumuskan niat beli mereka. Menurut (Sudaryono,2014), keputusan pembelian adalah tindakan memilih satu opsi dari dua atau pilihan yang lebih. Dengan kata lain orang yang mengambil masalah harus dapat memilih satu opsi dari sejumlah orang lain. Seseorang berada dalam posisi untuk membuat keputusan pembelian ketika disajikan dengan dua opsi membeli atau tidak membeli dan kemudian memutuskan untuk membeli. Mengenal suatu masalah, mencari tahu lebih banyak tentang suatu produk atau merek dan mengevaluasi seberapa baik setiap alternatif dapat menyelesaikan masalah adalah langkah pertama dalam serangkaian proses yang puncak pada sebuah keputusan pembelian (Tjiptono,2014). Selain itu, Kotler dan Keller (2012) menyatakan bahwa konsumen melalui proses lima tahap saat melakukan pembelian. Tahap – tahap ini termasuk pengenalan masalah, pencarian informasievaluasialternatifyangdapatmenyelesaikanmasalahdankeputusanpembelianserta informasi evaluasi alternatif yang dapat menyelesaikan masalah dan keputusan pembelian serta perilaku pasca-pembelian yang dimulai jauh sebelum konsumen benar–benar melakukan pembelian dan berlangsung lama (Nurfauzi dkk., 2023) 2.4.2 Tahapan Proses Keputusan Pembelian Keputusan pembelian adalah keputusan yang dipilih konsumen saat melakukan pembelian sebuah produk dengan tahapan–tahapan yang dilakukan konsumen sebelu, memutuskan sebuah pembelian (Kotler dan Keller) (Nuraini, 2019). Tahapan tersebut merupakan sebuah tindakan memilah dari berbagai banyak pilihan alternatif barang dan jasa yang dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. 14 1. Pengenalan Masalah Pada proses pertama dalam melakukan keputusan pembelian yaitu dengan mengerti bagaimana kebutuhan dan masalah pada kosumen pada saat membeli. Kebutuhan tersebut dapat di pengaruhi oleh internal atau eksternal, dengan adanya rangsangan tersebut membuat mendorong sebuah keinginan untuk dapat memenuhi kepuasan seorang pembeli. 2. Mencari Informasi Pada proses kedua yaitu mencari informasi, pada tahap ini dimana konsumen sudah mengetahui apa yang dibutuhkan lalu selanjutnya akan mencari informasi mengenai produk yang akan dibeli. Pada tahapan ini para konsumen akan mencari informasi ke internet mengenai produk yang diingikan dan akan ada berbagai pilihan yang dipilih oleb seorang konsumen. Perhatian utama pemasar yaitu sumber informasi yang menjadi acuan para konsumen untuk melakukan sebuah keputusan pembelian. 3. Evaluasi Alternatif Pada proses ketiga, setelah pelanggan mendapatkan informasi dari berbagai arah konsumen akan melakukan evaluasi dari beberapa pilihan informasi yang nanti akan dijadikan sebagai sebuah keputusan pembelian. Dalam konsep dasar membantu konsumen dalam mengevaluasi. Pertama, konsumen terlebih dahulu memenuhi ebutuhannya. Kedua, konsumen mencari manfaat dari produk tersebut. Ketiga, konsumen menganggap setiap produk merupakan sebuah hasil dari proses dengan manfaat yang berbeda-beda pada kebutuhan konsumen. 4. Keputusan Pembelian Pada proses keempat, yaitu setelah pelanggan menemukan sebuah kebutuhan, mencari informasi mengenai kebutuhan, dan mengevaluasi sebuah produk yang diinginkan selanjutnya yang dilakukan oleh konsumen adalah keputusan pembelian. 5. Perilaku Pasca Membeli Pada proses akhir sebuah keputusan pembelian, yaitu setelah konsumen membeli sebuah produk yang diinginkan lalu dirasakan. Maka konsumen akan menilai sebuah produk tersebut dengan sebuah kepuasan atau ketidak puasan yang akan dirasakan setelah melalukan pembelian. Selain itu juga konsumen dapat terpengaruh oleh beberapa faktor salah satunya penilaian tertentu dari konsumen lain tentang produk tersebut yang dapat membuat perilaku sebuah konsumen dalam memutuskan sebuah pembelian. 15 2.4.3 Indikator Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Armstrong (2023) sebuah keputusan pembelian terdapat 5 indikator yang mempengaruhi yaitu: 1. Pemilihan produk, dalam hal ini konsumen dapat mengambil keputusan membeli produk yang sesuai manfaat sesuai dengan pilihan dan keunggulan produk tersebut sehingga produsen sebuah produk mengerti apa keinginan konsumen. 2. Pemilihan merek, setiap konsumen dapat menentukan merek yang akan dibeli bedasarkan dengan ketertarikan atau kesesuaian yang diinginkan para konsumen. Selain itu juga sebuah produsen produk harus mengetahui apa saja faktor yang digunakan para konsumen dalam memilih sebuah merek. 3. Waktu pembelian, dalam hal ini para konsumen melakukan waktu pembelian yang berbeda – beda sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. 4. Jumlah pembelian, dalam hal ini para konsumen dapat menetapkan jumlah banyak pembelian serta keputusan pembelian produk sesui kebutuhan. Selain itu juga para produsen harus mempersiapan ketersediaan stock produk agar dapat menjangkau keseluruh kebutuhan konsumen. 5. Cara pembayaran, dalam hal ini konsumen sebelummembeli pastinya ingin 5. Caa pe bayaa , daa a o su e sebeu e be past ya g mengetahui terlebih dahulu pembayarannya melalui cash atau cashless (pembayaran secara tidak langsung)
0% Complete